Impedansi Speaker



Dalam pemasangan speaker, ada beberapa parameter penting yang perlu diperhatikan agar dalam pemasangan tersebut dapat dilakukan dengan benar, Salah satu parameter berkaitan dengan impedansi dari sebuah speaker. Impedansi adalah hambatan arus yang melalui speaker . Impedansi dari sebuah speaker mempunyai nilai sekitar 4, 8 dan 16 ohm.

Impedansi speaker secara langsung berkaitan dengan berapa banyak daya yang dapat ditarik dari amplifier. Semakin rendah impedansinya maka mempunyai kekuatan untuk menarik daya semakin besar. Sebagai contoh, Jika Anda memiliki amplifier 200W @ 4 ohm, maka spaaker dengan inpedansi 4 ohm akan menarik daya 200W dari amplifier. Speaker 8 ohm akan menarik hanya 100W dari amplifier yang sama, sementara pembicara ohm 16 hanya akan menarik 50W. Sekarang, mungkin beberapa dari anda akan berpikir: " Jika saya memasang speaker 2  ohm pada amp 200W saya, saya akan mendapatkan 400W!" Sayangnya, jika Anda melakukan ini amplifier ketika menyala akan langsung mati.
Selengkapnya...

MONITOR SPEAKER: fungsi

Seringkali kita melihat monitor speaker digunakan oleh penyanyi atau pemain musik di atas panggung. Monitor speaker membantu mereka untuk mendengar dengan baik lagu atau suara yang mereka mainkan. Hal ini dimaksudkan agar terjadi umpan balik yang menjadi referensi apakah lagu / suara yang mereka nyanyikan sudah baik, terlalu keras, terlalu lemah.Tanpa monitor speaker, mereka harus mendengar suara tidak langsung yang berasal dari pantulan suara speaker utama, yang biasanya tidak jelas dan sedikit ada jeda waktu.
Monitor-speaker membantu pemain musik untuk mendengar suara pemain musik lainnya yang kadang-kadang posisinya tidak saling berdekatan. Penyanyi ingin mendengar dengan jelas, suara iringan musik dari alat musik yang ada di sudut panggung. Selengkapnya...

AUDIO PRO: Referensi dalam membeli peralatan audio profesional

Ketika anda berencana untuk membeli seperangkat audio profesional, cobalah untuk menggali informasi terlebih dahulu sebanyak-banyaknya sebagai bahan pertimbangan, mengingat peralatan audio profesional ini bukan hanya memerlukan biaya yang cukup besar namun juga memerlukan perencanaan yang matang dalam menentukan spesifikasi perangkat audio yang dibutuhkan. Ini dimaksudkan agar anda mendapatkan perangkat audio yang memang benar-benar sesuai dengan perencanaan anda. 
Di Jakarta sebenarnya sudah ada sejumlah agen / representative resmi perangkat audio profesional dari merek merek terkenal.  Biasanya lokasi mereka bukan di pusat-pusat perbelanjaan, seperti halnya counter-counter retail yang manawarkan soundsystem untuk kelas rumahan, consumer. Biasanya mereka berlokasi di daerah pusat elektronik atau ruko / ruko daerah pinggiran jakarta. Anda bisa mengunjunginya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai barang2 profesional tersebut, bahkan dapat meminta demo terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk membelinya.
Anda juga dapat mengunjungi pameran yang khusus diadakan setiap tahunnya jika anda sempat. Di daerah Kemayoran Jakarta ada pameran Jakarta Audio-Pro Expo (JAPEX) yang biasanya diadakan setiap bulan November yang diikuti oleh perwakilan merek merek audio profesional yang sudah terkenal.  Di luar negeri, salah satu pameran terakbar yaitu Infocomm, Plasa yang diadakan di beberapa negara.
Anda dapat juga melihat referensi dari majalah-majalah audio seperti AudioPro, ProAudioAsia, dsb. Selengkapnya...

SPEAKER: sebuah tranduser

Speaker merupakan akhir dari sinyal audio dalam rangkaian soundsystem dalam sound reinforcement (sistem penguatan suara). Speaker merupakan sebuah tranduser yang mengubah sinyal audio / sinyal listrik menjadi gelombang suara, seperti halnya mikrofon namun kebalikannya.
Secara umum speaker terdiri dari dua bagian: Driver dan Casing Penutup
Tidak ada satu speaker tunggal yang dapat mereproduksi suara di semua spektrum suara secara akurat. Hal ini disebabkan variasi daripada frekuensi dan panjang gelombang suara yang lebar (20Hz - 20KHz). Oleh sebab itu dalam dunia audio profesional, di dalam sebuah speaker terdiri dari beberapa driver.

lihat juga artikel lainnya:
http://audiofamers.blogspot.com/2007/11/mikrofon-sebuah-tranduser-yang-mengubah.html Selengkapnya...

AMPLIFIER: speaker level


Amplifier adalah perangkat aktif terakhir dalam rantai soundsystem sebelum sinyal mencapai speaker. Amplifier akan memperkuat sinyal audio yang cukup untuk menggerakkan driver di dalam speaker. Amplifier bekerja dengan cara menaikkan  (tegangan / daya) dari sinyal di line level ke tingkat speaker level.
Line level umumnya sekitar satu volt namun untuk speaker level tergantung pada jenis sistem amplifier itu sendiri. Beberapa jenis speaker level yaitu:

  • 4 sampai 20 volt atau lebih untuk stereo-sound-system
  • sampai 70 volt dalam distribution soundsystem (paging speaker supermarket), menggunakan trafo
  • bahkan sampai ratusan volt di acara konser besar

Umumnya tampilan daripada power amplifier biasanya hanya terdiri dari tombol power dan tombol volume / gain, Power Amplifier semakin besar akan mampu menguatkan sinyal audio yang lebih besar sehingga suara dari speaker akan lebih keras lagi. Selengkapnya...

SOUNDSYSTEM: sistem tata suara pada Sound Reinforcement


Pertanyaan yang sangat penting perlu dipertimbangkan ketika merancang sebuah soundsystem adalah, apa tujuan dari soundsystem ini? Apakah berfungsi untuk memperkuat suara atau untuk mereproduksi suara? Apakah suara dicuplik langsung dari mikrofon atau bersumber dari rekaman audio? Bagaimana Anda ingin suara yang terdengar dapat memuaskan keinginan penonton?

Sound Reinforcement merupakan sistem tata suara yang bertujuan menguatkan suara yang sudah ada,  mencakup paging system, live broadcast seperti discusions panel di televisi. Kejelasan adalah faktor yang paling penting dalam sound reinforcement (sistem penguatan suara). Sala satu system reinforcement yang biasa digunakan pada audio pemancar yaitu sistem monofonik, yang berarti "satu sumber suara". Hasil yang didengar dari setiap speaker ke setiap pendengar identik. Hal ini lumrah digunakan untuk paging system seperti di supermarket, tapi untuk konser musik maka sistem stereo akan lebih baik.

Sistem stereofonik memiliki dua saluran. Suara kiri dan kanan untuk pendengar dipisahkan, sehingga suara akan terdengar jauh lebih realistis. Misalnya. jika drum sedang bermain dari sisi kiri panggung, suara mereka akan datang dari speaker kiri ke individu yang duduk di antara penonton.

Multi-channel surround sound akan memiliki sistem yang lebih kompleks daripada sistem stereo. Surround sound dapat memiliki hingga lima saluran, dan menghasilkan suara yang semakin realistis. Di bioskop, surround sound dapat digunakan untuk membuat suara tampaknya penonton seolah-olah itu datang dari arah tertentu (kanan, tengah, belakang, dll). Selengkapnya...

INSTALASI SOUNDSYSTEM: Seberapa pentingkah perencanaan infrastruktur dalam Proyek AudioVideo

Dalam mendesain sistem audio-video yang kompleks, seorang desainer / kontraktor audio-video membutuhkan pengetahuan tidak hanya mengenai produk dari masing masing perangkat audio dan video yang akan dipakai ataupun bagaimana interkoneksinya, tetapi juga perlu diperhatikan bangunan (/akustik) di mana mereka akan diintegrasikan dan teknologi lainnya (/jaringan internet)dimana semuanya itu harus terintegrasi dengan baik. 

Salah satu yang bagian paling penting dari sebuah sistem audiovideo yang sukses adalah desain infrastruktur! Instalasi yang efisiensi, dan berfungsi secara baik serta dapat dipergunakan secara mudah oleh pengguna salah satunya dipengaruhi oleh infrastruktur untuk mendukung teknologi yang dibutuhkan. 


Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan AudioVideo System:

  1. Parit / ciping di lantai, dukting / protector kabel: perlu diperhatikan ukuran, penempatan dan jenisnya yang ditentukan oleh ukuran kabel yang dibutuhkan oleh peralatan audiovideo (biasanya jumlah kabel-kabel yang terpasang untuk instalasi audio video dapat mencapai 2 sampai 10 kali lebih banyak dari LAN atau kabel telepon). 
  2. Saluran kabel yang melalui pipa ducting dan kabel tray di atas plafon 
  3. Konstruksi bangunan: perkuatan dinding untuk pemasangan display panel datar, struktur pendukung di atas plafon, 
  4. Pencahayaan: biasanya berhubungan dengan tampilan proyektor / monitor, perl diperhatikan jenis lampu yang dipergunakan, arah cahaya, intensitas cahaya, dimer lampu, dan suhu warna lampu (warm, cooldaylight). Untuk perangkat proyektor untuk presentasi di ruang rapat misalkan dibutuhkan kira-kira intensitas cahaya lampu yang baik digunakan untuk membaca namun tidak menggangu sinar proyektor. Dalam hal ini perlu diperhatikan arah lampu yang dapat menyorot ke daerah meja rapat, dan tidak menyebar ke arah layar proyektor. Juga Intensitas cahaya yang dipergunakan. 
  5. Instalasi Listrik: besar tegangan / arus listrik, panel listrik, lokasi outlet. Saluran listrik untuk audio dan video sebaiknya terpisah dengan saluran untuk lighting. Dalam hal ini untuk mencegah noise yang ditimbulkan oleh rangkaian lighting masuk ke perangkat audio, dan mencegah timbulnya gambar bergelombang pada layar proyektor. 
  6. Desain Interior: warna dinding, finishing, mebel, tata letak ruang dan lokasi peralatan rak mempengaruhi estetika dan kegunaan dari ruangan. ·
  7. Plafon / Langit-langit: penempatan sprinkler, ventilasi HVAC, lampu 
  8. Akustik - tingkat suara, gema, penyerapan suara dan echo sehubungan dengan sound system yang digunakan. Sebuah ruang yang sempit namun memanjang dapat memiliki gema suara atau gema yang akan mendistorsi kejelasan. 
  9. HVAC: penempatan mesin, tingkat kebisingan, getaran dan BTU yang dihasilkan agar tidak menggangu kenyaman.
Desain awal infrastruktur yang baik akan memberikan support bagi system audiovideo secara keseluruhan, dan mencegah kerusakan atau permasalahan. Selengkapnya...