Mikrofon pada dasarnya merupakan sebuah tranduser, sebuah alat yang mengubah energy dari satu bentuk menjadi bentuk lain, dalam hal ini mengubah gelombang suara akustik menjadi sinyal listrik,yang sesuai. Dalam proses perekaman perlu sekali kita memperhatikan sensitifitas dari mikrofon, hal ini untuk memperoleh tingkat kemurnian suara yang dapat dicuplik. Microphone terdiri dari berbagai jenis, yang paling banyak digunakan adalah mikrofon jenis Dinamic dan Kondensor.
Mikrofon dinamik biasanya lebih murah dan secara struktur lebih masif, tetapi mempunyai sensitifitas yang rendah. Karena kurang sensitive maka dapat digunakan untuk suara yang amat keras. Mikrofon jenis ini secara umum digunakan untuk keperluan vocal, kotbah di mimbar dan kick drum. Di dalam sebuah mikrofon dinamik tersusun membran, kumparan suara dan magnet. Gelombang suara yang akan dicuplik akan menggetarkan membran, sehingga kumparan suara yang menempel pada membran akan ikut bergerak. Kumparan suara ini ada dalam daerah medan magnet sehingga ketika kumparan suara ini bergerak akan menghasilkan sinyal listrik.
Mikrofon condenser biasanya (tetapi tidak selalu) lebih sensitif daripada jenis dynamic. Dapat digunakan untuk mencuplik suara yang lembut dan frekunsi tinggi, Mikrofon ini memerlukan sinyal listrik dari phantom power (48V) yang terdapat di mixer. Sebagai tambahan, mikrofon jenis ini dapat dibuat berukuran amat kecil tanpa kehilangan performansinya. Mikrofon condensor yang bermutu baik dapat menjangkau sumber suara yang lebih jauh (>50 cm). Condenser biasanya digunakan untuk merekam suara orkestra, paduan suara, dan aplikasi lain dimana anda menginginkan suara ansambel yang dapat menandingi suara perseorangan.
Jumat, 2008 Januari 18
MICROPHONE: Dinamik atau Kondenser
Label: mikrofon
Senin, 2008 Januari 14
SISTEM TATA SUARA : Peralatan Dasar Sound System
Pemasangan sound system untuk pertunjukan dan rekaman mempunyai dua komponen utama yaitu: mikropon dan mixer. mikropon digunakan ke mencuplik suara sedangkan mixer digunakan untuk menggabungkan semua sinyal tersebut. Sinyal yang keluar dari mixer dihubungkan dengan amplifier. Amplifier akan menguatkan sinyal tersebut untuk diberikan ke speaker. Speaker kemudian akan mengubah sinyal tersebut menjadi gelombang akustik sebagai bunyi.
Kemudian dalam sistem tata suara juga terdapat prosesor yang pada umumnya dihubungkan diantara mixer dan amplifier. Prosesor digunakan untuk meningkatkan kualitas sinyal audio. Prosesor yang paling umum digunakan yaitu equaliser, effect, dan kompresor. Equaliser pada dasarnya merupakan kumpulan pengontrol nada yang dapat mempertinggi atau meredam frekuensi sinyal audio secara spesifik. Effect digunakan untuk memberikan special efek bunyi, seperti reverb (suara bergaung) dan delay (memberikan penundaan sinyal). Kompresor mengatur level sinyal yang bervariasi. Sinyal yang terlalu kuat hingga melewati batas yang diberikan pada kompresor akan diredam. Dalam hal ini, kompresor dapat membantu mencegah kerusakan pada speaker.
Label: sistem tata suara
Minggu, 2008 Januari 13
PEREKAMAN: Alat-alat dasar yang dibutuhkan untuk perekaman
Proses perekaman sebuah pertunjukkan musik mempunyai tujuan agar menghasilkan kaset rekaman asli / master. Biasanya setelah pertunjukkan live, pihak band akan mengirim kaset rekaman tersebut untuk diproses lebih lanjut di bagian mastering sebelum digandakan dalam bentuk CD atau kaset. Untuk membuat perekaman yang baik ada beberapa bagian yang perlu dipertimbangkan:
1. Yang pertama, dan paling penting, adalah mikrofon. Pilihlah mikrofon dengan kualitas terbaik untuk menjamin ketepatan dalam mencuplik suara yang diinginkan. Coba posisikan penempatan mikrofon tersebut sebelum dipastikan penempatannya. Sebuah mikrofon cardioid sudah lumayan baik untuk permulaan. Untuk semua penyanyi dalam satu pertunjukkan sebaiknya menggunakan mikrofon jenis yang sama untuk menghindari perbedaan karakter sinyal suara karena menggunakan mikrofon yang berbeda-beda.
2. Berikutnya, perhatikan alat perekaman yang ingin digunakan. Alat perekaman dapat terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran, dari tape keset sederhana hingga alat perekaman multitrack digital yang lebih maju. Standar media perekaman untuk professional saat ini adalah Digital Audio Tape (DAT) yang diperkenalkan oleh Sony pada pertengahan 80-an. Media ini berbentuk pita magnetik yang dapat merekam dari 2 hingga 22 GB. DAT mempunyai sample rates dari 44.1 kHz, CD audio standar, hingga 48 kHz.
3. Terakhir, tergantung pada kemampuan alat merekam yang ada, anda mungkin perlu sebuah mixer. Sebuah mixer mempunyai fungsi ganda; selain dipergunakan untuk menggabungkan beberapa mikrofon, mixer juga berfungsi merubah sinyal level mikrofon ke level alat perekaman. Banyak tape kaset rekaman kelas consumer tidak mengijinkan mikrofon secara langsung dihubungkan dengannya. Sebuah mikrofon mempunyai level output yang rendah yang akan menghasilkan sedikit atau sama sekali tidak ada sinyal yang dapat direkam. Mixer mempunyai fungsi untuk menguatkan sinyal
dari sinyal level mikrofon hingga level yang dapat diterima perekam.
Label: perekaman
Kamis, 2008 Januari 10
PEREKAMAN & SISTEM TATA SUARA: Pendahuluan untuk Proses Perekaman dan Sistem Penguatan Suara
Sound sistem merupakan bagian vital dalam sebuah pertunjukkan musik modern, walaupun dalam hal ini seringkali kita mengabaikannya. Anda mungkin sebagai seorang manager pertunjukan perlu mencari seorang professional yang bertanggung jawab untuk mengatur hal ini. Tetapi dalam kenyataannya, seorang professional yang cakap dalam menangani sound system tidaklah selalu tersedia. Pada akhirnya tanggung jawab tersebut dialihkan ke orang yang tidak secara khusus dapat menangani sound system seperti misalnya pemain musik. Anda berpikir bahwa orang tersebut dapat menanganinya sama halnya ketika anda memasang beberapa peralatan sound system hi-fi rumah dan anda mendapatkan suara yang jernih. Anda tinggal membeli beberapa mikrofon dan speaker selanjutnya pertunjukkan dapat dimulai. Anda juga berharap bahwa pertunjukkan tersebut pasti dapat direkam dengan baik.
Sayangnya dalam merangkai seperangkat sound system dalam sebuah pertunjukkan tidaklah sesederhana itu. Memang dalam hal ini tidaklah sesulit kelihatannya, namun ketika anda datang ke sebuah toko audio, ada banyak pilihan yang dapat membuat anda bingung.
Ketika anda ditanya mikrofon jenis apa yang anda perlukan, Cardioid atau Dynamic? Speaker jenis apa yang anda inginkan, Low Impedance atau High Impedance? Anda sangat sulit untuk menjawabnya, karena anda tidak mengerti akan hal itu.
Dengan sedikit pedoman dasar, anda bisa mempelajari apa yang anda perlukan, bagaimana caranya untuk menrangkainya, hingga akhirnya anda mengetahui bagaimana sound system yang telah anda beli dapat menghasilkan suara yang baik baik dalam pertunjukkan maupun ketika dalam proses perekaman.
Yang perlu diperhatikan sebagai dasar dalam proses perekaman adalahketika terjadi umpan balik (feedback), juga sifat akustik di ruang rekaman tersebut.
Banyak berbagai jenis mikrofon dan mixer yang mungkin untuk dipilih dalam proses perekaman, sama halnya dengan sistem penguatan suara untuk pertunjukkan uang “live”. Jika suara terdengar baik oleh anda, itu sudah sebuah langkah yang bagus. Dan menjadi modal dasar untuk menjadi lebih baik dan akhirnya menghasilkan suara yang excellent. Sedikit pengetahuan dan beberapa logika akan membantu anda memilih sistem baik dengan anggaran yang cukup dan menghindari kekecewaan.
Label: perekaman, sistem tata suara
Kamis, 2008 Januari 03
SISTEM TATA SUARA: Contoh Aplikasi Dasar Sound System di Gereja (bagian 2)
Mixer yang digunakan lebih besar sehingga dapat menerima lebih banyak mikropon. Untuk memproses sinyal dari mixer dapat ditambahkan beberapa perangkat seperti reverb, gate, compressor, limiter, equalizer, dll.
Kita juga dapat memisahkan sinyal untuk speaker stereo utama dan sinyal untuk monitor atau tape atau mungkin sinyal juga dapat juga dikirim ke ruangan lainnya . Sistem ini terlihat lebih fleksibel, dan menyediakan lebih banyak kemampuan. Kita juga masih dapat menambahkan lebih banyak peralatan untuk sistim ini.
Label: sistem tata suara
Jumat, 2007 Desember 14
SISTEM TATA SUARA: Contoh Aplikasi Dasar Sound System di Gereja (bagian1)
1. Mikrofon: kabel dan / atau wireless
2. Mixer Amplifier atau mixer, equalizer , dan amplifier yang terpisah
3. Sepasang Speaker
4. Kabel penghubung antar alat
Untuk menungkatkan performa sistem penguatan suara gereja juga dapat diberi peralatan tambahan seperti :
1. Tape untuk memutar kaset dan / atau merekam
2. CD Player / Recorder
3. Speaker monitor dan Headphone bagi penyanyi, musisi dan paduan suara untuk memonitor suara mereka
4. Speaker tambahan untuk mengisi tempat duduk balkon bawah
5. Speaker belakang untuk ruangan yang panjang
6. Speaker-speaker lainnya untuk serambi dan ruangan lainnya
7. Panel
Sistem ini terdiri dari beberapa mikrofon (wireless atau kabel) dihubungkan pada sebuah mixer/amplifier sederhana lalu mixer/amplifier tersebut dihubungkan dengan sepasang speaker. Sebuah speaker berkualitas baik yang terdiri dari 2 driver (tweeter dan middle) dirancang terutama untuk suara pembicaraan dan musik rekaman. Speaker tersebut dapat juga digunakan untuk aplikasi musik yang terbatas, tetapi kurang dapat merespon suara bass hingga menghasilkan suara yang natural.
Aplikasi sistem ini hanya ditujukan bagi gereja kecil dengan jemaat yang terbatas sebab speaker tersebut tidak dapat menghasilkan bunyi yang menjangkau daerah jemaat yang luas. Amplifier hanya terdiri dari satu unit untuk speaker utama . Amplifier tersebut tidak dapat menangani speaker monitor.
Label: sistem tata suara
Rabu, 2007 Desember 12
SISTEM TATA SUARA & AKUSTIK: Membeli Peralatan Sound Systems atau Perbaikan Akustik Ruang? (bagian 2)
Sehubungan dengan permasalahan yang disebabkan oleh akustik, banyak orang berpendapat bahwa pemasangan sound system akan menyelesaikan persoalan akustik tersebut. Dengan menggantung sepasang speaker, ditambah amplifier, mixer maka akan menghasilkan suara seperti yang kita inginkan. Faktanya beberapa sound system gereja yang tidak didesain dengan baik malah membuat masalah akustik menjadi lebih buruk! Hal ini disebabkan karena walaupun peralatan sound system tidak menimbulkan masalah akustik, tetapi dapat memperjelas gangguan akustik yang sudah ada. Sebuah sound system dalam sebuah ruang kebaktian pada dasarnya berfungsi menaikkan volume suara orang atau musik. Ketika suara pendeta berkotbah sebelum dikuatkan oleh perlengkapan sound system mungkin terdengar cukup baik dan tidak terdengar gema/ gaung yang berlebihan, tetapi ketika diperkuat dengan peralatan sound system akan terdengar ruangan tersebut begitu bergaung. Hal ini bersumber dari suara yang telah dikuatkan tersebut.
Ruangan yang semua permukaannya diberi karpet akan menghasilkan suara yang terlalu “boomy” karena karpet akan menyerap lebih banyak frekwensi tinggi dibandingkan frekwensi rendah. Tidak ada satupun perlengkapan sound system (peralatan elektronik murni) tanpa penerapan akustik yang dapat mengatasi suara “boomy” seperti ini.
Jika ruangan dengan dua dinding paralel mempunyai permukaan yang rata maka gelombang suara akan terpantulkan bolak balik diantara kedua dinding ini dengan cepat (pada kecepatan suara), sehingga menghasilkan gema yang terdengar seperti bunyi bola ping-pong bola yang memantul pada permukaan keras. Dalam contoh inipun tidak ada perlengkapan sound system (peralatan elektronik murni) yang dapat menghilangkan gema seperti ini.
Sebuah ruangan ber-AC yang dihasilkan dari blower udara dingin dan kompresor di salah satu sisi bagian luar dinding. Suara yang dihasilkan dari perlengkapan AC dapat cukup menggangu anda, walaupun pada saat sound system dapat menghasilkan bunyi yang lebih keras daripada bunyi dari perlengkapan AC ini. Untuk itu penempatan peralatan AC yang baik merupakan cara pemecahan paling baik. Anda tidak dapat menyelesaikan masalah akustik dengan perlengkapan sound system.
Sebagai jawaban untuk pertanyaan sebelumnya: membeli Peralatan Sound Systems atau Perbaikan Akustik Ruang, mana yang lebih penting?, akustik ruang sangat penting, bahkan lebih penting daripada sound system. Tentu saja dalam mendesain sound system gereja hanya dapat berfungsi optimal jika didukung oleh batasan-batasan akustik yang baik. Artinya dalam mendesain sound system gereja perlu melibatkan aspek akustiknya secara bergandengan tangan dan akhirnya merasakan pengalaman beribadah penyembahan yang lebih baik. Ingatlah, sound system akan menguatkan seluruh sumber suara yang ada. Baik atau buruknya akustik ruang, sound system dapat menampilkan gambaran umum tentang akustik ruang tersebut.
Jadi sebelum anda mulai menginvestasikan dana gereja untuk membeli perlengkapan sound system, pastikan untuk memperhatikan akustik ruang kebaktian yang ada. Jika diperlukan anda dapat meminta bantuan seorang ahli akustik professional untuk menganalisa ruang kebaktian tersebut. Hal ini mungkin menghabiskan biaya sedikit lebih besar pada mulanya, namun akhirnya akan lebih bermanfaat.
Label: akustik, sistem tata suara